Jumat, 08 Oktober 2010

Arti Promosi

Dunia marketing dalam BERITA'KU akan mulai membahas Promosi. Siapa sih yang enggak kenal promosi? Tapi apakah semua orang tau Arti Promosi atau Pengertian Promosi?Bagi para pemilik usaha dari yang kecil hingga besar pastinya sudah pernah mengenalnya, yang belum kenal segera berkenalan! Sadar atau tidak, kebanyakan orang pernah melakukan promosi, terlebih para pemilik usaha. Entah itu jualan pulsa, jualan koran, jualan sayur, jualan gorengan, jualan nasi kucing, jualan sandal jepit, jualan HP, jualan motor dan lain sebagainya, hingga usaha level atasnya seperti hipermarket, agen, showroom, factory outlet, departemen store, dan sebagainya, sebagian besar dari mereka pasti pernah melakukan yang namanya promosi. Contoh sederhananya liat saja gambar dipojok kiri atas artikel!itu adalah salah satu bentuk promosi juga loh, yaitu promosi blog. Promosi atau yang sering disingkat dengan promo sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari karena sudah banyak pihak yang melakukanya.

Meskipun sudah banyak yang melakukan promosi namun tak semua orang yang melakukan itu mengartikan bahwa apa yang dilakukanya adalah termasuk kegiatan promosi. Oleh sebab itu banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah berpromosi, seperti yang dialami oleh ibu Sarmi seorang pedagang pakaian disalah satu pasar tradisional daerah Klaten Jateng. Beliau memasang sebuah tulisan bertuliskan diskon 20% pada sebuah tumpukan pakaian, “oh, tulisan itu buat menarik perhatian pembeli biar kayak diswalayan-swalayan besar itu loh—kalo promosi itu setahu saya iklan kayak di TV-TV itu”, kata bu Sarmi menjelaskan tentang maksud dari tulisan diskon 20% itu. Ibu Sarmi tidak tahu bahwa tulisan diskon 20% itu adalah salah satu bentuk promosi.

Apa itu PROMOSI? Promosi adalah suatu usaha dari penjual/produsen dalam menginformasikan barang/jasa kepada pembeli/konsumen, agar pembeli/konsumen itu tertarik untuk melakukan transaksi pembelian atau pertukaran atas produk barang/jasa yang dijual atau ditawarkan. Promosi merupakan salah satu alat komunikasi antara penjual dengan pembeli yang sangat diperlukan dalam kegiatan usaha bisnis. Dengan promosi penjual bisa menyebar luaskan informasi usaha bisnis, mempengaruhi atau membujuk pembeli/konsumen, dan juga bisa mengingatkan agar barang/jasa yang kita jual tidak terlupakan dari benak para konsumen.

Dengan dilakukannya kegiatan Promosi bisa membuat sebuah usaha semakin dikenal dan diketahui oleh banyak orang. Jika sudah dikenal dan diketahui oleh banyak orang maka kemungkinan pembeli barang/jasa yang dijual akan semakin banyak. Jika pembelinya banyak pastinya kesempatan memperoleh keuntunganpun akan semakin terbuka lebar dan usaha bisnis juga akan semakin berkembang menjadi lebih besar.

http://beritawonganteng.blogspot.com/2010/04/arti-promosi-atau-pengertian-promosi.html

Promotional Mix / Bauran Promosi

Bauran promosi merupakan gabugan dari berbagai jenis promosi yang ada untuk suatu produk yang sama agar hasil dari kegiatan promo yang dilakukan dapat memberikan hasil yang maksimal. Sebelum melakukan prmosi sebaiknya dilakukan perencanaan matang yang mencakup bauran promosi sebagai berikut :

1. Iklan seperti iklan koran, majalah, radio, katalog, poster, dll.
2. Publisitas positif maksimal dari pihak-pihak luar.
3. Promosi dari mulut ke mulut dengan memaksimalkan hal-hal positif.
4. Promosi penjualan dengan ikut pameran, membagikan sampel, dll.
5. Public relation / PR yang mengupayakan produk diterima masyarakat.
6. Personal selling / penjualan personil yang dilakukan tatap muka langsung.

http://organisasi.org/definisi-pengertian-promosi-fungsi-tujuan-bauran-promosi-promotional-mix-produk

Tujuan Promosi

1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit
3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan
4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.

http://organisasi.org/definisi-pengertian-promosi-fungsi-tujuan-bauran-promosi-promotional-mix-produk

Definisi/Pengertian Promosi

Dalam tulisan kali ini akan sedikit membahas secara ringkas mengenai promosi atau yang sering disingkat dengan promo yang sudah pasti tidak asing lagi dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan dilakukannya kegiatan promosi perusahaan mengharapkan adanya peningkatan angka penjualan dan keuntungan.

Mulai dari tukang sayur, tukang gorengan, tukang bakmi, tukang obat, dll sampai yang level kakap seperti hipermarket, agen, showroom, factory outlet, departemen store, dsb sering memberikan promo kepada para pelanggannya untuk mendapatkan loyalitas konsumen yang sudah ada serta mendapatkan konsumen baru.

Beberapa contoh-contoh promosi / promo dalam keseharian kita :
- Kirim 1 sms dapat 5 sms ke sesama operator
- Beli satu bungkus cukuran kumis dapat satu gratis
- Beli 3 barang Rp. 10.000,- beli satu barang Rp. 4.000,-
- Diskon 70% untuk produk pakaian tertentu di department store
- Beli paket fast food di sore hari dapat harga khusus
- Pasang iklan di tv dan radio agar banyak orang tahu produk perusahaan

A. Arti Definisi / Pengertian Promosi

Promosi adalah suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya.

http://organisasi.org/definisi-pengertian-promosi-fungsi-tujuan-bauran-promosi-promotional-mix-produk

memilih tempat usaha

Salah satu keputusan yang sangat penting sebelum memulai bisnis waralaba adalah memilih lokasi yang strategis sebagai tempat usaha. Karena lokasi ikut berperan menentukan tingkat kesuksesan usaha Anda. Jika tidak atau belum memiliki bayangan seberapa strategis lokasi yang ingin Anda pilih, sebaiknya meminta kepada franchisor untuk memberi gambaran tentang lokasi tempat usaha itu. Atau, mintalah nasehat kepada franchisor dimana sebaiknya lokasi yang tepat untuk usaha Anda.

Biasanya, franchisor melakukan studi (riset) pasar sebelum memberikan persetujuan kepada franchisee. Riset ini salah satunya mengenai trade area franchise untuk mengetahui secara demografis potensi usaha dan informasi yang berhubungan dengan lokasi/tempat belanja masyarakat. Tidak ada salahnya jika Anda meminta lebih rinci gambaran dan potensi lokasi yang direncanakan. Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi.

1. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi pasar usaha yang ingin Anda geluti, meskipun hal ini belum menjadi ukuran final. Apakah bisa dijadikan sebagai tempat belanja masyarakat.

2. Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat sebagai tempat/pusat perbelanjaan. Karena itu, perlu Anda cermati bagaimana penghasilan penduduk di area trade Anda. Apakah lingkungan dekat menyukai jika mereka ditawarkan produk dari usaha franchise atau pusat perbelanjaan yang Anda miliki?

3. Jumlah usaha
Adakalanya, lokasi yang dipilih merupakan pusat shopping (pusat shopping) atau sentra perdagangan. Nah, apakah banyaknya usaha berpengaruh kepada lokasi? Apakah tipe bisnis di area itu menggunakan produk atau service yang ditawarkan franchise?

4. Tempat
Ada beberapa tipe tempat yang bisa dipilih untuk usaha Anda seperti mal (shopping mall), sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya. Anda perlu menanyakan, apakah kebanyakan franchisee yang sukses berada di lokasi franchise seperti di dalam mal, di bagian yang paling ramai, di bagian terpisah dari mal, stand atau bangunan tersendiri atau di sentra industri?

5. Jumlah Traffic
Berapa banyak kendaraan yang lalu lalang di lokasi itu per harinya? Apakah orang yang lalu lalang akan dapat melihat tanda bisnis (plang) Anda? Apakah lokasinya mudah diakses?

6. Pusat keramaian
Jika lokasi berada di bagian mal misalnya Mall Depok Town Square, kebanyakan pusat lalu lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet makanan. Kadang-kadang, di seberang jalan mal juga menjadi tempat yang di penuhi orang lalu lalang dan biasanya harga sewanya juga lebih murah. Bisa juga lokasinya di rumah sakit, kampus atau di pusat-pusat orang datang.

7. Akses karyawan
Bisa saja lokasi yang jarak tempuhnya sangat jauh menjadi kontra produktif buat karyawan Anda. Karena itu, lokasi sebaiknya terbilang cukup dekat terutama bagi karyawan utama Anda. Misalnya Mall Depok Town Square.

8. Zona
Jika lokasi yang Anda pilih bukan daerah perdagangan semacam shopping mall atau tidak cocok dengan usaha Anda, sebaiknya tidak dipaksakan. Maka, perlu juga Anda menanyakan, apakah zona lokasi cukup pantas untuk bisnis Anda.

9. Kompetisi
Pertimbangkan juga tingkat kompetisi usaha yang ingin Anda jalankan. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis buat Anda.

10. Appearance
Anda pasti ingin usaha Anda terlihat berwibawa dan lingkungan di sekeliling lokasi tidak mengganggu usaha franchise Anda. Tanyakan kepada franchisor, apakah area lokasi cukup bersih dan terkendali? Apakah lingkungannya juga cukup baik?
Selanjutnya, mintalah franchisor membantu Anda bernegosiasi untuk mendapatkan lokasi yang strategis dan harga sewa yang lebih murah. Karena bisa saja dalam kasus tertentu, usaha tersebut dibutuhkan, misalnya oleh real estat untuk menjaring pasar.

Berikut kriteria demografik dalam memilih lokasi paling top.
Top four
1. Usia penduduk yang menjadi target pasar Anda.
2. Jumlah keluarga
3. Income setiap keluarga
4. Jumlah penduduk
Kriteria tambahan
1. Kompetisi di area atau lokasi
2. Prosentase penduduk yang menjadi target Anda.
3. Jumlah pria dan wanitanya
4. Prosentase populasi berdasarkan income yang masuk kategori konsumen potensial
5. Jumlah rumah tangga dengan income yang lebih besar
6. Rata-rata income keluarga
7. Income kelurga yang medium
8. Prosentase penduduk yang berpendidikan sarjana
9. Prosentase penduduk yang bekerja kantoran
10. Kepadatan penduduk

http://kamissore.blogspot.com/2009/01/cara-memilih-lokasi-yang-tepat.html

cara memilih lokasi usaha yang tepat

Cara Memilih Lokasi Usaha Yang Tepat. Salah satu keputusan yang sangat penting sebelum memulai usaha bisnis waralaba adalah memilih lokasi yang tepat dan strategis sebagai tempat usaha. Karena lokasi ikut berperan menentukan tingkat kesuksesan usaha Anda.

Memilih Lokasi Usaha

Jika tidak atau belum memiliki bayangan seberapa strategis lokasi yang ingin Anda pilih, sebaiknya meminta kepada franchisor untuk memberi gambaran tentang lokasi tempat usaha itu. Atau, mintalah nasehat kepada franchisor dimana sebaiknya lokasi yang tepat untuk usaha Anda.

Biasanya, franchisor melakukan studi (riset) pasar sebelum memberikan persetujuan kepada franchisee. Riset ini salah satunya mengenai trade area franchise untuk mengetahui secara demografis potensi usaha dan informasi yang berhubungan dengan lokasi/tempat belanja masyarakat. Tidak ada salahnya jika Anda meminta lebih rinci gambaran dan potensi lokasi yang direncanakan.

Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi.

1. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi pasar usaha yang ingin Anda geluti, meskipun hal ini belum menjadi ukuran final. Apakah bisa dijadikan sebagai tempat belanja masyarakat.

2. Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat sebagai tempat/pusat perbelanjaan. Karena itu, perlu Anda cermati bagaimana penghasilan penduduk di area trade Anda. Apakah lingkungan dekat menyukai jika mereka ditawarkan produk dari usaha franchise atau pusat perbelanjaan yang Anda miliki?

3. Jumlah usaha
Adakalanya, lokasi yang dipilih merupakan pusat shopping (pusat shopping) atau sentra perdagangan. Nah, apakah banyaknya usaha berpengaruh kepada lokasi? Apakah tipe bisnis di area itu menggunakan produk atau service yang ditawarkan franchise?

4. Tempat
Ada beberapa tipe tempat yang bisa dipilih untuk usaha Anda seperti mal (shopping mall), sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya. Anda perlu menanyakan, apakah kebanyakan franchisee yang sukses berada di lokasi franchise seperti di dalam mal, di bagian yang paling ramai, di bagian terpisah dari mal, stand atau bangunan tersendiri atau di sentra industri?

5. Jumlah Traffic
Berapa banyak kendaraan yang lalu lalang di lokasi itu per harinya? Apakah orang yang lalu lalang akan dapat melihat tanda bisnis (plang) Anda? Apakah lokasinya mudah diakses?

6. Pusat keramaian
Jika lokasi berada di bagian mal misalnya Mall Depok Town Square, kebanyakan pusat lalu lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet makanan. Kadang-kadang, di seberang jalan mal juga menjadi tempat yang di penuhi orang lalu lalang dan biasanya harga sewanya juga lebih murah. Bisa juga lokasinya di rumah sakit, kampus atau di pusat-pusat orang datang.

7. Akses karyawan
Bisa saja lokasi yang jarak tempuhnya sangat jauh menjadi kontra produktif buat karyawan Anda. Karena itu, lokasi sebaiknya terbilang cukup dekat terutama bagi karyawan utama Anda. Misalnya Mall Depok Town Square.

8. Zona
Jika lokasi yang Anda pilih bukan daerah perdagangan semacam shopping mall atau tidak cocok dengan usaha Anda, sebaiknya tidak dipaksakan. Maka, perlu juga Anda menanyakan, apakah zona lokasi cukup pantas untuk bisnis Anda.

9. Kompetisi
Pertimbangkan juga tingkat kompetisi usaha yang ingin Anda jalankan. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis buat Anda.

10. Appearance
Anda pasti ingin usaha Anda terlihat berwibawa dan lingkungan di sekeliling lokasi tidak mengganggu usaha franchise Anda. Tanyakan kepada franchisor, apakah area lokasi cukup bersih dan terkendali? Apakah lingkungannya juga cukup baik?
Selanjutnya, mintalah franchisor membantu Anda bernegosiasi untuk mendapatkan lokasi yang strategis dan harga sewa yang lebih murah. Karena bisa saja dalam kasus tertentu, usaha tersebut dibutuhkan, misalnya oleh real estat untuk menjaring pasar.

Berikut kriteria demografik dalam memilih lokasi paling top.
Top four
1. Usia penduduk yang menjadi target pasar Anda.
2. Jumlah keluarga
3. Income setiap keluarga
4. Jumlah penduduk
Kriteria tambahan
1. Kompetisi di area atau lokasi
2. Prosentase penduduk yang menjadi target Anda.
3. Jumlah pria dan wanitanya
4. Prosentase populasi berdasarkan income yang masuk kategori konsumen potensial
5. Jumlah rumah tangga dengan income yang lebih besar
6. Rata-rata income keluarga
7. Income kelurga yang medium
8. Prosentase penduduk yang berpendidikan sarjana
9. Prosentase penduduk yang bekerja kantoran
10. Kepadatan penduduk

http://radenbeletz.com/cara-memilih-lokasi-usaha-yang-tepat.html

Kiat mencari Ruko yang berpotensi untuk tempat usaha

Memilih tempat untuk membuka usaha di ruko perlu mempertimbangkan beberapa hal, pembahasannya lebih ke pertimbangan secara teori perilaku arsitektur, langsung saja yaa…

> Kalau memilih ruko di dalam perumahan,

+ cari yang memiliki tingkat hunian cukup tinggi, karena kemungkinan besar akan berpotensi ramai dan mudah disewakan. Cara ngeceknya di lokasi : terlihat ada mobil atau motor di garasi/carport, kondisi rumah terawat, ada banyak rumah yang direnovasi, sedikit rumah yang dipasang tanda “dijual”.

+ Kalau bisa posisinya di lokasi yang banyak dilalui pengunjung atau penghuni perumahan. Memang, harganya lebih mahal namun lebih hidup dan lebih mudah memperkirakan dagangan yang layak dibuka.

> Kalau mencari ruko di luar perumahan,

+ Lihat apakah ada potensi pengunjung dari daerah sekitarnya.

+ Apakah mudah diakses dari berbagai penjuru dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum?

Secara umum berikut beberapa pertimbangan penting :

> Aksesibilitas ke lokasi tempat usaha, lokasi ruko musti berada di lintasan para warga atau kendaraan umum.

> Ada daya tarik yang lain, maksudnya disekitar lokasi ruko lebih baik ada pendukung seperti supermarket, mal, perkantoran besar, atau resto favorit. Contoh kasus kalau di kota semarang ; ruko Pemuda Mas yang berdekatan dengan DP Mall dan Carrefour, ruko Pandanaran yang berdekatan dengan perkantoran besar dan berada di jalanan pusat oleh2 kota Semarang.

> lihat kapasitas parkir yang disediakan, kesulitan dalam mendapatkan parkir mobil atau motor dapat membuat konsumen enggan berbelok untuk mampir ke tempat usaha Anda. Pertimbangkan juga bahwa untuk parkir mobil diperlukan manuver, sehingga parkir yang luas lebih menarik konsumen.

> Ukuran Luas Ruang Usaha.

+ Perhatikan lebar dan panjang per unit ruko, idealnya lebar yang leluasa untuk menata interior minimal 5 meter, bila kurang dari 5 meter, biasanya penataan interiornya lebih pada keputusan tidak ada pilihan.

+ lebih detail kita perhatikan besaran ruang yang disediakan sebagai tempat usaha, apakah bentuknya persegi panjang atau bujur sangkar, karena akan berpengaruh terhadap penataan barang yang akan dijual dan pergerakan sirkulasi untuk pengunjung

> Desain Tampak Depan Ruko.

Desain tampak depan juga perlu diperhatikan, saya ambilkan contoh misalnya : kita buka usaha restoran bernuansa jawa tapi gaya desain arsitektur tampak depannya justru bergaya klasik, kan jadi ngga cocok, akhirnya kita perlu melakukan penyesuaian desain tampak, dan hal ini menambah biaya renovasi untuk Anda. Menurut saya pilihan desain tampak yang sederhana atau biasa saja, justru dapat membuat Anda leluasa merubah tampak depan ruko sehingga sesuai dengan usaha Anda sekaligus mampu menciptakan dan meningkatkan brand dari usaha Anda serta membuat tempat usaha Anda mudah dikenali.

> Harga Ruko.

Bandingkan harga ruko sekelas sebelum melakukan pembelian agar kita mengetahui harganya rasional atau tidak. Kalau mau menyewa ruko, normalnya harga sewa ruko sekitar 7% - 8% dari harga jual, Anda juga dapat menghubungi broker kepercayaan Anda untuk mengetahui pasaran harga ruko disekitarnya.

> Faktor Keamanan

Keamanan tidak melulu soal kriminal, tetapi juga kebakaran dan bencana alam, nah untuk yang terakhir ini perhatikan lokasinya, apakah berada di daerah rawan longsor atau banjir?

Semoga menambah wawasan Anda…

http://arsitektursemarang.site50.net/2009/02/kiat-mencari-ruko-yang-%E2%80%9Cberpotensi%E2%80%9D-untuk-tempat-usaha/